Resume Materi Day 2 PKKMB UNUSA TA 2025-2026

 

Resume Materi Hari Kedua PKKMB
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 2025-2026

Pada hari selanjutnya yaitu hari ke-2 pkkmb Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dimulai dengan penayangan video UKM Unusa, dilanjut dengan pemaparan materi pertama dari bapak Ainun Najib ahli IT Indonesia dengan tema Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri.

Materi ini menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa baru UNUSA dalam menghadapi era digital dan revolusi industri yang dipacu oleh AI. Disampaikan bahwa teknologi kecerdasan buatan telah mengubah banyak sisi kehidupan, bahkan mengambil alih pekerjaan yang bersifat rutin. Meski begitu, ada dua aspek yang tidak bisa tergantikan oleh AI, yaitu kreativitas dan rasa kemanusiaan seperti empati. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, strategis, serta tetap berpegang pada etika dan adab saat memanfaatkan teknologi.
Lebih lanjut, ditekankan bahwa mahasiswa NU harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengarahkan perkembangan AI agar memberikan manfaat nyata, bukan kerugian. Ada lima prinsip yang perlu dipegang dalam penggunaan teknologi, yaitu adab, amanah, ketelitian, tanggung jawab, dan akses yang merata. Dengan memegang nilai-nilai tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya sebagai pemakai teknologi, melainkan juga mampu mengendalikan arah perkembangannya agar membawa kebaikan bagi masyarakat luas.

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA dengan tema Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi. Di materi ini Bapak Haryono Umar menekankan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda harus memiliki integritas dalam menghadapi persoalan bangsa, terutama korupsi. Korupsi digambarkan sebagai masalah serius yang merusak hampir semua bidang kehidupan, mulai dari hukum, pendidikan, kesehatan, pembangunan hingga demokrasi. Praktik ini tidak hanya dilakukan oleh orang yang kekurangan, melainkan juga oleh mereka yang sudah berkecukupan, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu menyadari bahwa menempuh pendidikan bukan sekadar mengejar kepentingan dunia, tetapi juga bentuk pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT.
Lebih jauh, ditegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan orang pintar, namun sangat membutuhkan sosok yang jujur dan berintegritas. Kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan moral menjadi dasar utama untuk melawan korupsi dan membangun bangsa. Mahasiswa UNUSA diharapkan tidak hanya menguasai ilmu dan keterampilan, tetapi juga memiliki hati yang tulus untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa, dan agama. Dengan orientasi hidup yang benar, mereka diyakini mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, serta membawa Indonesia ke arah yang lebih maju, adil, dan bersih dari korupsi.

Materi ketiga disampaikan oleh KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim dengan tema  Mencetak Mahasiswa Unusa sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah. Bapak KH. Ma'ruf Khosin menjelaskan bahwa mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memiliki peran penting sebagai generasi penerus Aswaja An-Nahdliyah yang tidak hanya melestarikan tradisi keilmuan NU, tetapi juga mengembangkannya sesuai tuntutan zaman. Mereka dididik untuk memahami kitab-kitab klasik dengan pendekatan yang relevan, menolak segala bentuk radikalisme, serta menjadi teladan dalam sikap moderat, toleran, dan penuh kepedulian sosial. Di sisi lain, mahasiswa juga diharapkan mampu berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, menghidupkan dakwah berbasis budaya, serta menghadirkan inovasi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai Aswaja.







Baca juga blog teman saya Sendy Aprilia Eka Putri



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Digital Era Gen Z: Bijak Bermedia di Dunia Digital

Resume Materi Day 4 PKKMB UNUSA TA 2025-2026